Macam-macam Puasa

Puasa berarti menahan, baik menahan makan, minum, bicara dan perbuatan
Macam-macam Puasa
Puasa Ramadhan
Puasa ini wajib (fardhu ‘ain) dilaksanakan setiap umat muslim yang beriman. Dilaksanakan 30 hari selama bulan Ramadhan. Allah berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu sekalian puasa, sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu sekalian bertaqwa “ (QS Al-Baqarah:183). Puasa Ramadhan disyari’atkan bertujuan untuk menyempurnakan ketaqwaan
Puasa Sunnah Senin-Kamis
Puasa ini sunnah. Kenapa sih puasanya pas hari senin-kamis? Bukan hari selasa, rabu atau yang lainnya. Nabi Muhammad SAW menjawabnya dengan hadis:
“Segala amal perbuatan manusia pada hari Senin dan Kamis akan diperiksa oleh malaikat, karena itu aku senang ketika amal perbuatanku diperiksa aku dalam kondisi berpuasa.” (HR. Tirmidzi)
Puasa senin-kamis nyatanya memiliki banyak manfaat, diantaranya adalah memberikan kesempatan istirahat bagi alat pencernaan, membersihkan tubuh dari kotoran dan racun, dan mencegah penyakit timbul karena pola makan yang berlebihan gizi.
Puasa Sunnah Daud
Puasa ini dilakukan dengan berpuasa sehari lalu berbuka sehari lalu berpuasa sehari dan seterusnya. Imam Muslim meriwayatkan sebuah hadist yang berbunyi “Puasa yang paling disukai Allah adalah puasanya Daud as: ia berpuasa sehari dan berbuka sehari”
Puasa Sunnah Bulan Syawal
Rasulullah saw. bersabda, “Siapa yang berpuasa Ramadhan, lalu diikuti dengan puasa enam hari pada bulan Syawwal, seolah-olah ia berpuasa setahun penuh.” (HR Muslim, al-Tirmidzi, Abu dawud, dll). Mengenai apakah harus berurutan atau tidak, lebih baik bila berurutan namun tidak apa-apa bila berselang-seling. Tapi, sebelum melaksanakan puasa sunnah ini sebaiknya kita mengutamakan membayar utang puasa wajib kita di Bulan Ramadhan.
Puasa Sunnah Hari Asyura dan Tasu’a (10 dan 9 Muharram)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ditanya tentang puasa hari ‘Asyura. Beliau menjawab, “(Puasa tersebut) Menghapuskan dosa satu tahun yang lalu”. (HR. Muslim). Asal mula puasa ini adalah sebagai upaya Rosulullah dalam menyelisihi kaum Yahudi yang hanya berpuasa pada hari Asyura (10 Muharram). Kaum Yahudi berpuasa pada hari Asyura sebagai rasa syukur mereka atas nikmat Allah yang pada hari itu menyelamatkan Musa dan kaumnya, dan menenggelamkan Fir’aun dan para pengikutnya. Mengetahuinya Rosulullah berkata, “Kami lebih berhak terhadap Musa daripada kalian”. Akhirnya untuk membedakan puasa umat Islam terhadap kaum Yahudi, Nabi Muhammad berpuasa pada hari Asyura dan sehari sebelumnya yaitu hari Tasu’a.
Puasa sunnah ‘Arafah (9 Dzulhijjah)
Dari Abu Qatadah ra berkata, Rasulullah saw. ditanya tentang puasa hari ‘Arafah. Rasul saw menjawab, “Menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR Muslim).
Puasa pada bulan Sya’ban
Usamah bin Zaid berkata, “Wahai Rasulullah, aku tidak pernah melihatmu berpuasa pada satu bulan seperti pada bulan Sya’ban.” Beliau menjawab, “Ia adalah bulan yang banyak dilalaikan oleh manusia. yaitu antara Rajab dan Ramadhan. Ia adalah bulan saat amal diangkat menuju Tuhan, karena itu, aku ingin amalku diangkat dalam keadaan aku berpuasa.” (HR Abu Daud dan al-Nasai).
Puasa Ayyamul Bidh/tiga hari pada setiap bulan qamariyah (13,14,15)
Puasa sunnah ini tidak pernah Rosululloh saw tinggalkan sepanjang hidupnya. Pada hari tersebut kita disunnahkan untuk berpuasa karena bertepatan dengan terang bulan. Abu Dzarr al-Ghifari berkata, “Rasulullah saw. memerintahkan kami untuk berpuasa dalam sebulan tiga kali: yaitu tanggal 13, 14, 15. Menurut beliau, ia seperti puasa setahun.” (HR al-Nasai).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s