Review Materi Self Regulation Training

Tepat tiga hari yang lalu aku menghadiri rangkaian acara ELT (Engineering Leadership Training) Fakultas Telnik UI. Salah satu isi acaranya adalah pemberian materi oleh bapak Yofan F. Putra. Materi beliau adalah materi yang tidak biasa bagiku sehingga dengan senang hati aku menyimak materi yang disajikan dengan cara tak biasa itu.
Materi beliau terpusat pada penggunaan fungsi otak seoptimal mungkin. Jangan hanya menggunakan alam sadar otak saja yang notabene hanya 20% dari kerja otak, gunakanlah alam bawah sadar yang mencakup 80% dari kerja otak. Hasil dari penggunaan 100% fungsi otak tersebut telah dibuktikan sendiri oleh bapak Yofan, yaitu dengan meningkatknya prestasi beliau dari kelas 1 SMA tahun kedua sampai sekarang. Dengan menggunakan seluruh fungsi otak, maka jiwa, badan, dan pikiran terintegrasikan dengan baik sehingga dapat berpikir jernih, berkonsentrasi dengan baik, dan menghasilkan output terbaik.
Selanjutnya beliau memberikan tes untuk mengecek seberapa besara daya konsentrasi kami. Caranya dnegan menyebut 20 benda secara acak lalu kami diminta menuliskannya kembali secara terurut. Then I know how much my capacity in concentration. Its poor. Saat itu beliau membawa 5 anak kecil (mungkin didikan beliau), umur mereka anatar 10-15 tahun. Mereka juga dites dengan cara yang sama, bahkan denggan 30 kata benda. Sewaktu dites ternyata mereka bisa menjawab dengan lancar. In my heart I told myself, “Tis, you are in pinch”. Aku merasa aku harus segera meningkatkan daya konsentrasiku. Untungnya pak Yofan memberikan caranya. Yaitu menenangkan diri (meditasi) dan bersikap rileks. Ciri-ciri orang yang berkonsentrasi adalah otot tidak tegang dan suhu tubuh menghangat.
Walau telah memakai 100% fungsi otak dan berdaya konsentrasi tinggi, belum tentu kesuksesan akan teraih. Berdasarkan hasil survey, dari 100 orang hanya 20 yang memiliki tujuan hidup. Lebih jauh lagi hanya 4 dari 20 orang tersebut yang berhasil mewujudkan tujuan hidupnya. Sebelum beliau memberi panduan, kami diminta menulis tujuan hidup pada kertas dalam waktu 10 menit. Lalu aku sadar kalau selama ini terlalu mau semua yang ada di dunia, terlalu maruk hingga gak tahu mau menulis apa di selembar kertas di depanku. Buat para pembaca, apakah kalian sudah tahu tujuan hidup kalian? Akhirnya aku menulis: tujuan hidup saya adalah dosen. Terimakasih ya Allah karena 10 menit berhadapan dengan kertas itu berlalu. Langsung aku tulis aja panduan dari beliau.
Hal yang penting dalam meraih tujuan hidup
1. Specify. Tujuan hidup harus spesifik. Kalau bisa sedatil-detailnya, memiliki parameter untuk panduan, pastikan bahwa tujuan hidup itu datang dari diri sendiri, bersifat realistik, dan waktunya jelas.
2. Omission. Belajarnya dari kesalahan jangan sampai masuk ke lubang yang sama.
3. Improvement. Perkembangan yang sangat diperlukan adalah meningkatkan memori otak, daya konsentrasi, kecepatan membaca, dan intusi & kreativitas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s