Energi Berkelanjutan

“Konservasi dapat membantu memenuhi kebutuhan energi”

Banyak cara untuk menyelamatkan energi
Melihat bahwa sumber energi terbatas kita harus mulai menerapkan hal yang berkelanjutan, ramah lingkungan dan dapat diraih. Cara termudah adalah dengan mengurangi penggunaan energi. Kita sudah dapat melihat manfaat dari konservasi energi.
Cara-cara menyelamatkan energi:
Salah satu contohnya adalah compact fluorescent bulb yang memproduksi 4 kali cahaya lebih banyak dari bohlam lampu biasa dan awet 10 kali lipat. Light-emitting diodes (LEDs) bahkan lebih efektif, dengan mengkonsumsi hanya 10% energi dan awet ratusan kali lebih lama dari lampu biasa.
Dalam bidang perumahan, yaitu dengan memprioritaskan konservasi energi saat pendesainan, seperti pengaturan tata letak jendela dan menggunakan peralatan rumah tangga yang ramah lingkungan (contoh: mesin cuci dan pendingin ruangan). Untuk lebih menghemat, rumah baru dapat dibangun dengan dinding super tebal untuk mencegah udara dingin masuk ke dalam rumah. Atau bahkan rumah dibangun dengan dinding menempel tanah agar suhu menjadi stabil sehingga tidak membutuhkan pemanas atau pendingin.
Cara tercepat dan termudah yang bisa dilakukan setiap individu adalah dengan mematikan alat-alat elektronik. Di bidang pabrik industri, sudah banyak diaplikasikan teknologi ramah lingkungan energi yang mengurangi banyak pengeluaran.

Transportasi dapat dijalankan dengan lebih efektif
Berdasarkan surey yang dilakukan EPA Amerika, meningkatkan efsiensi penggunaan bahan bakar kira0kra 3 mil/gaon akan menghemat 25 milyar dolar Amerika, mengurangi 140 juta meter kubik ton polusi CO2.
Cara termurah, tidak merusak lingkungan dan juga menyehatkan adalah dengan berjalan kaki. Pilihan selanjutnya adalah dengan menggunakan sepeda. Atau kalau jarak yang akan ditempuh terlalu jauh dengan sepeda, gunakanlah smart car, yaitu mobil dengan efisiensi tinggi. Namun, mobil ini baru diproduksi di negara Eropa.
Sudah banyak upaya yang dilakukan negara maju untuk membuat mobil seramah lingkungan mungkin. Salah satunya adalah membuat hybird gasoline-electric engines dan plug-in hybirds serta diesel plug-in hybirds.

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menghemat energi:
1. Menggunakan transpotasi publik
2. Memilih menggunakan tangga dibanding eskalator
3. Mendaur ulang kaca, metals, dan kertas
4. Mengunakan material lokal
5. Mematikan alat elektronik saat tidak digunakan
6. dll

“We could tap solar energy”
Penangkap energi solar dapat pasif dan aktif
Yang dimaksud dengan penangkap energi pasif adalah, material yang biasanya menjadi bagian dari struktur bangunan. Material tersebut dapat berupa batu atau tanah, biasanya dari material alam. Material ini menyerap energi panas matahari di saat siang dan melepaskannya saat malam hari. Hal ini menghasilkan keseimbangan dan kenyamanan temperatur bagi manusia-manusia yang berada di dala gedung tersebut.
Sedangkan yang dimaksud dengan penangkap energi aktif adalah pembankit tenaga matahari. Pembangkit listrik secara aktif menangkap panas energi matahari. Energi ang tertangkap disalurkan untuk memenuhi kebutuhan energi di banyak perumahan.

Fuel cells
Fuel cells adalah alat yang menggnakan reaksi kimia untuk memproduksi arus listrik. Prinsipnya kita menambah bahan baar agar reaksi kiia terjadi. Komponen fuel ells terdiri dari elektrode positif dan elektrode negatif yang dipisahkan oleh elektrolit.
Iceland, daerah tanpa fossil fuels tetapi memiliki energi geotermal berkelimpahan, mendeterminasikan dir sebagai daerah pertama dengan pembangunan berbasis hidrogen/fuel cells. Di iceland terdapat pm khusus pengisi hidrogen. Bentuk dari fuel cells disesuaikan sesuai kebutuhan. Untuk memenuhi kebutuhan listrik 1 rumah, kira-kira dibutuhkan fuel cell sebesar kulkas. Dalam perkembangannya, diharapkan dapat dibuat fuel cells berukuran kecil sebagai pengganti baterai handphone, pager, maina, kompuer an alat elektronik lainnya. Selain itu bahan kimia untuk elektrolit dapt beragam. Masing-masing memilki kekuatan dan kelemahan. Penggunaannya akan disesuaikan dengan kebutuhan.

Bagaimana kita mendapat energi dari biomass
Kita dapat membakar biomass

Biomass terdiri dari kayu, wood chips, bark, ranting, daun, akar pohon dan material pohon lainnya. Biomass ini dapat menjadi slah satu solusi energi berkelanjutan. Energi didapatkan dari biomass dengan cara membaar biomass. Kesulitan terjadi saat menemukan bagaimana cara agar pembakaran terjadi efektif. Bila tidakefektif banyak energi panas yang terbuang. Ditambah lagi pembakaran tidak efektif akan menghasilkan banyak gas CO dan hidrokarbon yang dapat mengurangi kualitas air. Solusi terbaik adalah dengan melakukan pembakaran terpusat yang dikelola oleh pemerintah. Pembakaran dilakukan dengan teknologi canggih sehingga pembakaran berlangsung efektif.
Persediaan kayu semakin sedikit di negara berkembang
Di negara berkembang seperti Ethiopia, Pakistan, Bhutan, dan Burundi, masyarakat sangat bergeantung akan kayu sebagai penghasil energi. Untungnya di negara-negara tersebut tersedia biomass sisa pertanian, sehingga warga tidak perlu menebang pohon-pohon hidup. Kenyataan sebaliknya terjadi di negara seperti Haiti dimana warga sampai memotong pohon berbuah untuk dijadikan bahan bakar. Masalah semakin bertambah karena tingkat kelahiran di negara berkembangcukup tinggi. Bila hal ini tidak ditindaklanjuti dengan serius, bisa jadi akan tiba masa warga sudah tidak memiliki lagi pohon untu ditebang sehingga tidak ada lagi sumber energi dan mereka kehilangan penghidupan mereka.
Kotoran dan metana mempunyai energi
Membakar kotoran untuk mendapat energi sudah dilakukan di berbagai daerah di berbagai negara. Solusi ini benar dilakukan bila dalam jangka pendek dan akan salah bila dilakukan dalam jangka panjang. Kenapa? Karena kotoran yang bila dikembalikan lagi ke lahan pertanian sebagai penyubur tanah akan membuat lahan mampu menghasilkan 20 juta ton per tahun yangmencukupi makanan untuk 40 juta manusia. Berbanding jauh bila kotoran hanya dipakai dengan dibakar.
Metana adalah sumber energi yan terpakai dengan efisien. Metana sudah menjadi solusi energi alternatif. Terutama karena dapat diolah dengan efektif dan banyak tersedia di sekitar kita. Namun, ahli hidrologi mengkhawatirkan air akan semakin intensif disalurkan ke lahan pertanian untuk mengstimulasi terjadinya fermentasi yang lalu menghasilkan metana, kemungkinan air tercemar akan semakin besar.

Energi dari kondisi geologis permukaan bumi.

Aliran air digunakan sebagai sumber energi
Kebanyakan PLTA dibangun pada bendungan yang besar. Terdapat efisiensi dan prestise dan kebanggaan sendiri pada negera yang berhasil membangunnya, tapi ternyata mereka dapat menghasilkan efek sosial dan lingkungan yang buruk. Salah satu contohnya adalah Three Gorges Dam di sungai Yangtze Cina. PLTA tersebut memang menghasilkan energi setara dengan energi yang dihasilkan 25 PLT Nuklir tapi sudah mengungsikan 1.5 juta manusia dan menenggelamkan 5000 situs arkeologi. Selain memindahkan manusia dalam jumlah besar, kerusakan ekosistem, dan hilangnya alam liar alami, bendungan yang rusak dapat menyebabkan banjir dahsyat dan kematian ribuan manusia.
Alternatif lain selain bendungan besar adalah membuat bendungan sedang dan bendungan kecil. Keduanya tidak menghasilkan kerusakan lingkungan separah bendungan besar. Hanya saja pemasangan keduanya perlu diperhatikan, jangan sampai dipasang dengan tidak memperhatikan keseimbangan antara jumlah bendungan dengan luas dan kemampuan dari aliran air.

Angin dapat memenuhi semua kebutuhan energi
Sumber energi dari angin mengalami perkembangan paling pesat dibanding sumber energi lainnya. Windmill tidak menghasilkan emisi udara dan fuel costs. Windmill banyak berkonttribusi dalam mengurangi global warming. Walau begitu sumber energi ini memiliki kelemahan yaitu sumber yang tidak pasti dan tidak semua tempat memiliki kecepatan angin yang cukup kuat dan stabil. Setidaknya dibutuhkan kecepatan 7-27m/s untuk menghasilkan sejumlah listrik. Negara yang sudah menerapkan windmill sebagai salah satu sumber energi adalah Belanda, Jerman, Spanyol, Amerika, India, dan China. Menggunakan windmill menghasilkan banyak keuntungan terutama bagi petani karena windmill hanya memakan sedikit lahan tanah dan energi yang dihasilkan sudah cukup untuk area persawahan, bahkan masih ada sisa energi yang dapat dijual. Tantangan dari pemakaian windmill adalah penyaluran energi dari area windmill ke area perumahan yang biasanya cukup jauh. Selain itu ternyata windmill membuat masalah yaitu meningkatnya angka kematian burung di sekitar area windmill.
Kondisi geologi bumi seperti suhu pada tanah dan gelombang pasang laut dapat menjadi sumber energi berharga
Ternyata keadaan suhu di dalam tanah dapat menjadi sumber energi yang potensial. Dengan mempompa air melalui sistem perpipaan di bawah tanah air dapat menyerap suhu dalam tanah sehingga alat pemanas atau pendingin air tidak bekerja terlalu keras. Hal ini dapat memotong biaya pengeluaran sampai setengahnya atau bahkan dapat memotong biaya keseluruhan. Dalam skala besar, Amerika sudah mulai membangun sistem dengan menggali hingga kedalaman 2000 m hingga mendapatkan lapisan batu bersuhu lebih dari 100°C. Air kemudian dialirkan ke lapisan batuan tersebut dimana uap yang dihasilkan mampu menjalankan generator dengan biaya lebih rendah dibanding memakai sumber energi minyak.
Pasang dan gelombang air laut juga menjadi sumber energi yang sangat besar dan banyak. Tantangan terbesar yang dihadapi engineers adalah membuat alat yang mampu menahan badai terburuk. Salah satu penemuan menarik adalah Pelamis yaitu generator dengan sumber energi gelombang laut. Pelamis berbentuk tabung besar dan panjang yang mengambang di lautan. Pelamis mampu memenuhi kebutuhun listrik 1500 rumah. pelamis didesain sedemikian rupa agar tahan saat cuaca buruk.
Konserversi energi di laut dapat berguna
Perbedaan temperatur antara lapisan atas dengan lapisan bawah laut juag berpotensi menjadi sumber energi terbarukan. Dalam siklus Ocean Thermal Electric Conversion (OTEC), panas di lapisan atas yang didapat dari panas matahari digunakan untuk menguapkan cairan kerja, yaitu amonia atau freon. Tekanan dari gas tersebut cukup untuk memutar turbin yang menghasilkan listrik. Lapisan air dingin kemudian dipompa untuk mengkondensasikan uap tersebut kembali menjadi cairan. Metode ini cocok diterapkan di pesisir Barat Afrika, pesisr Selatan Jawa, dan pulau-pulau Pasifik Selatan.

Kesimpulan
Dari sekian banyak sumber energi terbarukan yang disebutkan di atas, semuanya belum dapat benar-benar menggantikan fossil fuels dan energi nuklir. Mereka bisa membuat kontribusi berarti dengan menyadarkan kita akan sikap ramah lingkungan dan berkelanjutan. Mereka juga menjadi sumber energi yang mendiri dan mulai menyeimbangkan pemakaian dengan sumber energi tak terbarukan. The World Energy Council menyatakan sumber-sumber energi di atas dapat menjadi sumber bagi 40% konsumsi energi seluruh dunia dengan catatan pada skenario “ekologikal” yang sudah dirancang. Keberhasilan skenario ini tergantung dari kebijakan politik semua negara di dunia. Dengan banyaknya bentrokan berbagai kepentingan, kebijakan politik dapat melenceng jauh dari komitmen menerapkan energi terbarukan. Kerugiannya memang tidak langsung terlihat, tapi nanti generasi masa depan yang akan membayar.

Sumber: Environmental Science: A Global Concern Tenth Edition oleh William P. Cunningham, Mary Ann Cunningham

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s