Populasi Manusia

Populasi manusia dari detik ke detik keberlangsungan bumi semakin bertambah. Setiap detiknya tercatat rata-rata 4-5 bayi lahir dan 2-3 manusia meninggal, sehingga setiap detiknya 2-3 manusia bertambah. Berdasarkan data, populasi manusia di tahun 2005 sebanyak 6,4 milyar dan bila pertumbuhan populasi terus berlangsung dengan kecepatan yang sama, jumlah populasi akan mencapai angka 8,9 milyar pada tahun 2050.

Pertanyaannya adalah, masihkah bumi dengan segala sumber dayanya yang terbatas mampu menampung 8,9 milyar manusia tersebut? apakah langkah terbaik yang bisa diambil pemerintah di setiap negara dalam mencegah ledakan populasi? atau lebih tepatnya masih adakah kesempatan mencegah tersebut? atau bumi dengan sistem ekologinya sudah dalam kondisi parah dengan terjadi degradasi lingkungan, sumber daya alam yang semakin menipis hingga tinggal menunggu waktu kehancurannya.
Sebelum menjawab pertanyaan itu kita akan melangkah mundur terlebih dahulu sampai ke penyebab, berbagai pandangan, dan analisis terhadap pertumbuhan populasi.

Penyebab ledakan penduduk
Bila penduduk di India ditanya apa penyebab ledakan penduduk tentu jawabannya akan berbeda dengan jawaban penduduk di Amerika. Bahkan jawaban antar penduduk amerikapun akan berbeda. Hal ini disebabkan intelejensi, lingkungan tempat tumbuh, pengaruh orang lain, situasi ekonomi, agama, kondisi politik, tingkat kesehatan, dan kondisi biologis yang berbeda. Secara garis besar negara-negara dikategorikan dalam 2 kategori , yaitu negara maju dan negara berkembang.

Negara maju cenderung memiliki tingkat kelahiran yang stabil atau bahkan menurun. Di Jepang, tingkat pertumbuhan justru negatif dimana populasi akan berkurang 28 juta di tahun 2050. Sedangkan di negara berkembang, tingkat kelahiran sangat tinggi, contohnya adalah negara Nigeria dan Ethiopia. Kedua negara tersebut akan menjadi peringkat 4 dan 10 besar jumlah warga terbanyak sedunia. Nigeria pada tahun 1950 hanya memiliki 33 juta penduduk dan diperkiran akan meledak menjadi 300 juta di tahun 2050. Ethiopia di sisi lain memiliki 18 juta penduduk 50 tahun yang lalu dan akan bertambah menjadi 8 kali lipat menjadi 145 juta di tahun 2050. Walau ada juga negara berkembang yang cukup berhasil menurunkan tingkat kelahirannya seperti di negara Thailand. Di negara-negara berkembang dengan tinkat kelahiran tinggi ini termasuk salah satu negara termiskin di dunia dengan tingkat kemanann rendah, kondisi politik yang carut-marut. Masyarakat akan cenderung melahirkan banyak anak karena memikirkann faktor melestarikan keturunan, untuk menjaga orang tua saat tua nanti, dan membantu ekonomi keluarga.dari sudut pandang kebudayaan terdapat pandangan memiliki anak adalah suatu kebanggaan, penerus keluarga, harus memiliki anak laki-laki.

Akibat ledakan penduduk
Sama halnya dengan penyebab ledakan penduduk, jawaban setiap orang akan berbeda. Namun, secara garis besar terdapat tiga pandangan, yaitu:
Pertama, pertumbuhan populasi menyebabkan penghabisan sumber daya alam, degradasi lingkungan yang mengancam kemampuan sistem ekologi bumi. Mereka yang berpandangan seperti ini menuntut pengurangan laju kesuburan dan mengstabilkan atau bahkan mengurangi total populasi manusia.
Kedua, yang lain percaya kepintaran, teknologi, dan kegigihan manusia dapat meningkatkan kapasitas bumi dan membuat kita dapat melewati semua tantangan. Sehingga bertambahnya jumlah manusia adalah peluang bukan ancaman. Semakin banyak manusia berarti angkatan kerja bertambah, semakin banyak orang jenius, dan ide-ide solusi. Bumi memiliki kemampuan untuk menampung menampung milyaran manusia hingga tiba masa manusia sudah cukup pintar untuk dengan sukarela mengakhiri ledakan populasi. Tidak begitu dengan ahli ekologi, pertumbuhan populasi dan ekonomi sama-sama harus dihentikan.
Lainnya berpandangan masalah populasi disebabkan oleh masalah keadilan sosial yaitu ketidaksamaan distribusi kekayaan dan kekuatan dalam populasi. Di bumi ini terdapat sumber SDA yang cukup hanya saja distribusinya tidak merata, hanya orang-orang kaya dan yang meiliki kekuatan yang menikmati kekayaan bumi tersebut. penyelesaian masalahnya adalah tidak dengan menyalahkan fakir miskin atas ketidakmampuan mereka, memaksakan produktivitas masyarakat menengah tapi dengan menghilankan rasisme segolongan orang kecil tersebut.
Teknologi: anugerah atau musibah?
Kemajuan dan pengaplikasian teknologi dalam kehidupan manusia sangat berpengaruh pada keberlangsungan populasi. Bagaikan pedang bermata dua di saat teknologi dapat meningkatkan kapasitas hidup dari manusia teknologi dapat juga menjadi faktor yang justru merusak lingkungan tempat tinggal populasi. Hubungan populasi dengan teknologi diformulakan sebagai berikut:
I= PAT
I = environmental impacts
P= population size
A= times affluence
T = the technology
Seorang penduduk Amerika dengan gaya hidupnya yang tinggi dengan banyak memakai energi dari berbagai teknologi dapat menghasilkan polusi lebih besar dibandingkan seluruh petani dalam satu desa di Afrika dan Asia.
Hubungan harapan hidup dengan tingkat kesejahterahan
Semakin tinggi angka harapan hidup suatu negara, negara tersebut akan cenderung memiliki kondisi ekonomi yang stabil dengan peningkatan secara perlahan-lahan. Tingginya angka harapan hidup menunjukkan kondisi kesehatan penduduk yang baik. Angka harapan hidup berimplikasi pada demografi. Angka harapan hidup yang semakin tinggi bila diiringi dengan perumbuhan populasi yang berkurang tidaklah bagus, karena akan berimplikasi pada tahun-tahun ke depannya jumlah orang tua akan lebih banyak dibanding angkatan kerja yang berarti beban akan semakin banyak. Negara yang menerapkan sistem jaminan sosial keamanan dapat bangkrut. Kondisi paling ideal adalah apabila angka harapan hidup tinggi yang diimbangia dengan populasi kelahiran dengan mempertimbangkan faktor-faktor lain juga seperti sumber daya dalam negeri dan kemampuan sistem ekologi bumi.

Hubungan transisi demografi dengan jumlah populasi
Transisi demografi dapat dilihat pada grafik di bawah. Grafik membagi demografi dalam 4 fase yaitu pre-modern, urbanizing/industrializing, matur/industrial, dan post industrial. Semakin jauh fase yang dilewati akan semakin mendekati kestabilan jumlah populasi. Syarat-syarat agar terjadi perpindahan ke fase selanjutnya adalah:
1. Standar hidup yang meningkat
2. Meningkatnya kepercayaan diri bahwa anak-anak akan selamat hingga dewasa
3. Meningkatnya status sosial wanita
4. Meningkatnya kemampuan negara dalam mengontrol angka kelahiran

Solusi dari ledakan penduduk
1. Mengontrol angka kelahiran dan mencegah kehamilan
2. Standar hidup yang meningkat
3. Meningkatnya kepercayaan diri bahwa anak-anak akan selamat hingga dewasa
4. Meningkatnya status sosial wanita
5. Meningkatnya kemampuan negara dalam mengontrol angka kelahiran
6. Menggunakan teknologi ramah lingkungan

Kesimpulan
Di masa depan nanti kita tidak tahu persis akan ada berapa total populasi manusia. Tedapat tigas skenario, yaitu optimis, medium, dan pesimis. Perkiraan optimis menunjukkan populasi manusia akan mencapai 7 milyar di tahun 2050 dan akan berkurang hingga menjadi 6 milyar di tahun 2150. Perkiraan medium menunjukkan populasi manusia akan mencapai 8,9 milyar di tahun 2050 dan lalu akan stabil. Yang paling pesimis adalah angka pertumbuhan tidak berubah hingga di tahun 2050 jumlah populasi mencapai 25 milyar. Sistem ekologi bumi dipercaya akan tetap mampu mennampung populasi dengan syarat dibutuhkan langkah perubahan yang cepat dan tepat oleh masing-masing negara dalam mengatasi jumlah kelahiran dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi, sosial, agama, dan politik di negera tersebut. langkah paling strategis yang diambil pemerintah adalah mensosialisasikan dan menggencarkan keluarga berencana. selain itu juga pemerataan konsumsi energi sumber daya alam dan kekuasaan.

Sumber: Environmental Science: A Global Concern Tenth Edition oleh William P. Cunningham, Mary Ann Cunningham

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s