Langkah Menjaga Lingkungan

1. Penjelasan bagaimana kita dapat membuat perubahan

Sepanjang membaca buku ini kita telah banyak belajar dan menjadi tahu tentang terjadinya perubahan iklim yang berpengaruh pada populasi keanekaragaman sampai ke debat kebijakan energi. Banyak risiko yang mungkin terjadi karena kerusakan lingkungan seperti kelangkaan air dan makanan. Walau begitu dengan banyak masalah yang terjadi, semakin banyak bermunculan inovasi-inovasi baru seperti sumber energi baru seperti memanfaatkan air, angin, dan panas bumi, pemakaikan bahan daur ulang, bahan berdampak rendah, dan makanan organik.
Kita dengan apapun bidang dan keahlian, tetap dapat berkontribusi ke lingkungan. Seorang dengan bidang biologi, geografi, demologi, klimatologi, atau bidang ilmu lainnya sama-sama saling membutuhkan bidang lainnya untuk mengurangi dan mencari solusi dari permasalahan lingkungan. Bila kita bergerak dalam bidang sejarah, politik, ekonomi atau lainnya yang tidak berhubungan langusng dengan lingkungan, kita tetap dibutuhkan untuk membuat kebijakan dalam bidang politik, ekonomi, kemampuan komunikasi yang mendukungn keberlangsungan lingkungan.
Modal paling dasar dan paling bagus adalah mendidik diri kita sendiri. Ketika kita sudah mengtahui bagaiman sistem lingkungan-dari siklus makanan, siklus energi, dinamika populasi, pertanian, dan ekonomi-kita dapat membantu mencari solusi.

2. Merangkum pendidikan lingkungan
Kampanye berarti mengerti lingkungan kita
Hasil dari pendidikan lingkungan:
1. The natural context: Seseorang yang terdidik tentang lingkungan akan mengerti konsep ilmiah dan fakta-fakta isu lingkungan dan hubungan antara komponen yang membentuk alam.
2. The social context: Seseorang yang terdidik mengerti sejauh apa masyarakat dapat mempengaruhi lingkungan, dan juga ekonomi, sistem politik yang menentukan arah kebijakan serta situasi yang akan terjadi
3. The valuing context: seseorang yang terdidik mengeksplorasi dirinya dalam hubungannya ke lingkungan.
4. The action context: seseorang yang terdidik akan lebih terlibat dalam kegiatan mengembangkan, menjaga, dan memperbaiki kualitas lingkungan’
Ilmu yang merakyat memotivasi banyak orang untuk semakin berpartisipasi
Di saat ilmu yang ada di kelas universitas terlihat teoritis dan abstrak, banyak mahasiswa yang langsung terjun mempraktekkan ilmu mereka dengan cara-cara yang sederhana. Masyarakat biasapun dapat bergabung bersama mahasiswa-mahasiswa tersebut. Banyak hasil riset yang berujung menjadi kebijakan resmi pemerintah yang memberi dampak positif ke lingkungan.
Jangkauan karir lingkungan mulai dari teknisi hingga pendidikan.
Banyak pekerjaan yang dibutuhkan terkait lingkungan, yaitu pendidik lingkungan dan profesional lingkungan. Berdasarkan perkiraan The World Wildlife Fund akan ada 750.000 pekerjaan baru terkait energi terbarukan. Dibutuhkan ilmuwan untuk mengerti tentang sistem dunia dan efek dari kegiatan manusia ke lingkungan. Pengacara dan pekerjaan yang terkait untuk membuata kebijakan dan membela hak terkait lingkungan. Insinyur untuk mengembangkan teknologi yang mengurangi polusi. Ekonomis untuk menghitung pengeluaran dari polusi dan kelangkaan sumber. Dalam bidang bisnis, bisnis akan lebih mendukung produk-produk yang ramah lingkungan.
Bisnis dan teknologi hijau berkembang pesat
Bisnis dan dan teknologi hijau dianggap dan dipercaya menjadi bisnis yang berkembang pesat. Banyak perusahaan seperti perusahaan dari Jepang, Jerman, dan Amerika yang menawarkan diri untuk bergerak dalam pengontrolan polusi. Karena mereka sudah berpengalaman, mereka cenderung lebih dipercaya.

3. Mengevaluasi apa yang bisa setiap individu lakukan
Cukup itu seberapa?
Banyak fakta yang menunjukkan banyak perubahan dalam tingkat konsumsi masyarakat zaman dulu dengan sekarang. Sekarang rata-rata orang Amerika mengkonsumsi 2 kali lebih banyak, luas rumah menjadi 2 kali lipat lebih besar. Luas rumah menjadi lebih besar dikarenakan banyaknya barang yang mereka beli sehingga dibutuhkan lebih banyak space ruang untuk meletakkan barang. Sesuai perkiraan, semuanya menjadi lebih praktis. Hal ini menyebabkan dampak psikologis seperti mereka yangs udah memiliki sesuatu yang mereka inginkan menjadi kecewa karena ternyata barang yang mereka beli tidak membawa kebahagiaan sesuai yang dijanjikan. Karena terlalu fokus pada menghabiskan uang, kita tidak lagi punya waktu untuk memiliki kawan, memasak dengan kreatif, memiliki hobi dan lain-lain. Kita seakan-akan kehilangan arti kehidupan yangs sebenarnya.
Sudah saatnya kita berubah, berpikir bahwa yang kita miliki sekarang sudah cukup, hidup lebih sederhana dan menghargai kehidupan dan lingkungan di sekitar kita.
Kita dapat memilih mengurangi dampak ke lingkungan
Langkah-langkah yang bisa kita ambil untuk mengurangi dampak ke lingkungan:
1. Purchase less: hindari membeli barang yang tidak kita butuhkan, gunakanlah barangs selama mungkin tanpa perlu menggantinya jika belum rusak. Gunakan fasilitas perpustakaan daripada membeli buku.
2. Reduce excess packaging. Membawa tas yang dapat digunakan kembali. Hindari membeli produk dengan kemasan yang besar. Pilih kemasan yang dapat didaur ulang atau digunakan kembali
3. Selamatkan energi. Berjalanlah, atau dengan sepeda atau dengan transportasi publik, matikan
“green washing” dapat menipu konsumen
Istilah-istilah yang ambigu adalah sebagai berikut:
1. “Nontoxic”: dimana walau tidak meracuni manusia, bisa jadi meracuni organisme lain
2. “Biodegradable,” “recyclable,” “reusable,” or “compostable”: tentu semua barang akan tergradasi secara alami.
3. “Natural”
4. “Organic”: kata ini ambigu karena semua barang tentu beasal dari alam
5. “Environmentally friendly,” “environmentally safe,” and “won’t harm the ozone layer”: tidak memiliki parameter yang jelas
Sertifikasi untuk produk berdampak rendah
Sertifikasi dari lembaga independen akan sangat membantu konsumen dalam memilih produk. Hal ini akan meminimalisasi efek negatif dari keambiguan kata-kata yang telah dibahas sebelumnya di atas.
Konsumen hijau memiliki batas

Memilih produk dan kemasan ternyata tidak semudah yang kita kira. Misalkan bila kita diminta memilih plastik atau kertas kita akan lebih memilih kertas dan kita akan merasa bawa kita telah bertindak hijau. Ternyata tidak sesederhana itu. Kertas dalam proses produksinya menggunakan air lebih banyak, saat menjadi sampah akan mengambil space lebih banyak dibanding plastik. Plastik sendiri walau memiliki waktu degradasi lebih lama, biaya produksi lebih murah dan tidak mengambil space terlalu banyak saat menjadi sampah. sehingga solusi terbaiknya adalah menggunakan tas yang dapat digunakan kembali. Walau kita telah bertindak hijau dalam hal-hal kecil dalam kehidupan sehari-hari, jangan sampai kita terlena dengan merasa apa yang kita lakukan ini sudah cukup, perhatian kita jg harus difokuskan pada perubahan arah kebijakan pemerintah dalam berbagai bidang yang akan merubah kondisi dalam skala lebih besar.

4. Menginvestigasi penghijauan
a. Kepemimpinan lingkungan dapat dipelajari
b. Sekolah dapat menjadi pemimpin dalam lingkungan
c. Kampusmu dapat mengurangi konsumsi energi

5. Mendefinisikan tantangan keberlanjutan

6. Kesimpulan
Sepanjang buku kita telah diperlihatkan bukti-bukti nyata terjadinya degradasi lingkungan dan pengeksplotasian sumber daya alam tapi terdapat juga bukti dimana individu atau organisasi berupaya menghentikan polusi, menggunakan bahan daur ulang dan bahkan memperbaiki habitat dan keanekaragamannya. Biasanya semua itu membutuhkan sebuah proyek yang menunjukkan ke semua orang bahwa ada hal yang bisa dilakukan berbeda untuk mengubah sikap dan kebiassan. Pada chapter ini kita banyak belajar bagaimana kita dapat berpartisipasi memperbaiki lingkungan dalam tingkat sebagai individu atau kelompok untuk lingkungan yang lebih baik. Walau akan ada masa kita berpikir bagaimana mungkin kita hanya sebagai kelompok kecil dapat membawa perubahan, kita harus tetap percaya karena pertama sudah pasti tindakan hijau yang kita lakukan membantu keberlangsungan lingkungan dan hal besar tidak akan terjadi tanpa diawali tindakan kecil.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s