Dr Lie A Dharmawan, Dokter untuk Kaum Miskin

Sosoknya baru dikenal di penghujung akhir tahun 2013 ini. Tapi sebenarnya sosoknya telah mengabdi mengobati rakyat kecil jauh sebelum sosoknya dikenal publik. Ya, beliau adalah Dr Lie A Dharmawan, PhD, Sp.BKTV, sosok yang lahir di Padang, 16 April 1946 ini menempuh sarjana 1 sampai sarjana 3 bidang kedokteran di Jerman. Di balik usianya yang sudah 67 tahun, sosoknya terlihat muda dengan bicara yang cepat dan terstruktur. Khas orang yang banyak aktivitas sehingga tidak mau membuang waktu.

Salah satu upaya beliau dalam memberikan akses kesehatan pada masyarakat tidak mampu dan terpencil secara geografis adalah mendirikan Rumah Sakit Apung. Awalnya setiap orang mencibir dan menyebutnya gila dengan ide ini. Tapi, Dr Lie tak menyerah, beliau jalan terus dengan idenya. Hasilnya pada tahun 2013, sebuah kapal phinisi dengan luas 23,5 x 6,55 m berlantai 2 dengan ruang operasi di lambung kapal berhasil dibuat. Terdapat fasilitas kamar bedah dengan segala peralatan memadai, ruang rontgen, EKG, USG, laboratorium, dan tempat untuk merawat 8 pasien sekaligus. Rumah Sakit Apung ini sudah melalang buana dari Kepulauan Seribu, Manggar Belitung Timur, Ketapang Kalimatan Barat, Flores Barat, hingga Pulai Kei di Maluku. Tidak hanya memberikan pelayanan pengobatan dan operasi, Dr Lie dan tim medis juga membentu Panti Rawat Gizi dimana mereka merawat anak-anak kekurang gizi dnegan dengan pengawasan ketat khususnya dalam asupan makanan.

saksi-dr-lie-a-dharmawan-hidup-katolik
Dr Lie melakukan operasi di dalam kapal

statik.tempo.co
Kapal Rumah Sakit Apung

statik.tempo.co 2
Kondisi Ruang Operasi Rumah Sakit Apung

statik.tempo.co 3
Tampak Atas Kapal Rumah Sakit Apung

Di balik pengabdiannya, saya sempat berpikir kalau Dr Lie lahir di keluarga mampu. Namun, tak disangka Dr Lie lahir di keluarga tidak mampu. Suatu ketika saat Dr Lie masih kecil, ia dipanggil ke depan kelas untuk bercerita tentang “cita-cita”. Lie dengan lantang menyatakan bahwa ia ingin jadi dokter. Tak disangka teman-teman dan guru malah mentertawakannya sembari berkata bahwa Lie harus sadar diri bahwa dirinya anak keluarga miskin. Tertawaan temannya tidak menyurutkan langkahnya, Lie malah berdoa setiap hari bahwa ia ingin jadi dokter.

Salah satu ajaran ibunya yang terus melekat adalah apabila akhirnya Lie menjadi dokter, Lie jangan memeras orang miskin. Mereka memang akan membayar tapi mereka akan menangis begitu sampai rumah lantaran tidak bisa membeli makan. Dr Lie sendiri memiliki filosofi hidup bahwa janganlah menjadikan profesi sebagai senjata untuk merampok. Dr Lie yang merupakan ahli bedah tidak akan merampok dengan pisau operasinya. Bahwa kita mendapat imbalan sesuai dengan pekerjaan kita, itu adalah hak kita. Namun, kita tetap harus punya idealisme.

Dr Lie tidak akan berhenti mengabdi. Masih banyak impian Dr lie diantaranya Rumah Sakit Tanpa Kelas. Dr Lie ingin membahagiakan manusia.

2 thoughts on “Dr Lie A Dharmawan, Dokter untuk Kaum Miskin

  1. bravo untuk dr lie dan tim, luar biasa

  2. Tinggilah imanmu,
    Tinggilah ilmumu, dan
    Tinggilah pengabdianmu!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s