Dongeng Sang Pembangun Jembatan

Langkah kaki Toni Ruttiman sudah menapaki Ekuador, Kolombia, Honduras, Meksiko, Kambodia, Kosta Rika, Laos, Vietnam, Myanmar, dan Indonesia. Dia mendatangi lokasi bencana yang diterpa badai dan gempa bumi, lokasi peperangan, dan lokasi terpencil untuk membangun jembatan. Jembatan yang menyambung hidup dan harapan banyak orang menjadi ungkapan rasa kepeduliannya terhadap masyarakat tidak mampu.

Toni Ruttimann - public meeting "Bridgebuilder - Toni El Suizo"

Toni Ruttiman yang berjuluk “Toni El Suizo” yang berarti “Toni dari Swiss” ini adalah warga dunia. Sudah 11 negara dijelajahi dan jumlah itu akan terus bertambah. Begitupun dengan total jembatan yang dibangunnya, apalagi Toni menargetkan berhasil membangun 140 jembatan setiap dua tahun. Toni mengawali perjalanannya dengan pergi ke Ekuador untuk membantu korban bencana gempa. Pada tahun 1987 Ia baru saja menonton berita tentang gempa besar di Ekuador. Toni merasa terpanggil. Akhirnya setelah mendapat sumbangan sebesar 7.500 dollar AS pada saat itu untuk beli tiket dan berbagai keperluan lainnya. Gempa menyebabkan wilayah terisolasi sehingga bantuan sulit didistribusikan. Akhirnya terpikir untuk membuat jembatan gantung. Berkat bantuan pipa dan kabel baja dari perusahaan minyak Amerika dan peralatan dan bahan lainnya dari dana sendiri, Toni dan warga dibantu ahli perminyakan Belanda membangun jembatan gantung 55 meter di kaki Pegunungan Andes yang selesai dalam waktu 5 bulan.

Berdasarkan tulisan Kompas pada hari Minggu 4 September 2011, Kompas menyatakan: Toni mempertahankan biaya pembangunan jembatan serendah mungkin dengan kualitas terbaik. Selama 20 tahun, tak satupun jembatan yang dibangun rusak berat sampai harus diganti. Bahan kabel, pipa, dan pelat baja diperoleh dari donasi pengusaha. Sumbangan uang berasal dari individu warga Swiss. Ia tak membayar dirinya, tak punya sekretaris, tak punya situs internet dan kantor. Ia tidur di rumah warga, menyantap makanan lokal. Namun, is juga meminta warga yang butuh jembatan bekerja bersama-sama dan menyediakan material lokal, sepertu batu dan pasir untuk pondasi.

Dari 556 jembatan yang dibuat di bawah tangannya, jembatan yang paling berkesan adalah jembatan yang menghubungkan Honduras dan El Salvador, dua negara yang sedang dalam peperangan satu sama lain. Tapi, justru warga antara kedua negara tersebut mau saling berbaur membangun jembatan yang membentang di Lembah Rio Lempa. Semenjak jembatan selesai, mereke mengadakan festival dan pernikahan dan merayakannya bersama-sama. Jembatan itu berhasil menjembatani mereka, sedikit demi sedikit, langkah demi langkah, dan hari demi hari.

15_jembatan-gantung-toni-rutiman-121212-cd-1_l

Toni sudah melalui fase memilih antara menjalani hidup wajarnya seperti kebanyakan orang atau hidup seperti sekarang yang bagi orang lain seperti hidup di tengah mimpi. Walau pastinya ada cobaan yang menghadang, Toni sudah mantap mengabdikan hidupnya membangun jembatan di kawasan masyarakat tidak mampu yang seringkali terisolasi dari dunia luar. Baginya, membangun jembatan bersama berarti membangun tapak kebebasan bersama, bergerak dari gelap menuju terang bersama. Toni menjalani hidup dengan melalukan sesuatu yang berarti untuk orang lain dan memberi sumbangan pada kemanusiaan melalui membangun jembatan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s