Sumber-sumber hukum Islam

Berikut adalah sumber-sumber hukum Islam

1.Alquran
Alquran adalah sumber utama hukum Islam. Alquran adalah kumpulan wahyu Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW sehingga tidak ada keraguan padanya. Alquran memiliki sekitar 500 ayat yang bersifat hukum. 500 ayat tersebut dikelompokkan dalam empat kelompok:

a.Perintah-perintah singkat
bersifat umum tanpa disertai aturan terperinci tentang bagaiman pelaksanaan perintah itu. Contoh: shalat, puasa, dan zakat.
b.Perintah-perintah singkat dan terperinci
Firman Allah SWT yang disertai sedikit penjelasan. Penjelasan lebih lanjut terdapat dalam hadis. Contoh: aturan tentang hubungan antara kaum muslim dengan kaum non-muslim
c.Perintah-perintah terperinci
Firman Allah SWT dengan perincian lengkap sehingga tidak perlu penjelasan lebih jauh. Contoh: aturan tentang waris
d.Prinsip-prinsip pedoman pokok
Prinsip ini tidak disertai dengan penjelasan mengenai cara perberlakuannya sehingga harus ditentukan melalui ijtihad di setiap masa.

2.Hadis dan Sunah
Hadis adalah ucapan yang berhubungan dengan kehidupan Nabi Muhammad SAW. Sunah adalah keseluruhan praktik kehidupan yang dijalani oleh Nabi Muhammad SAW. Jenis sunnah: sunnah qawliyah (ucapan), sunnah fi’liyyah (perbuatan), dan sunnah taqririyyah (persetujuan)

3.Ijmak (konsensus)
Aturan Islam mengacu pada Alquran. Apabila tidak ada penjelasan lebih lanjut dalam Alquran maka umat Islam melanjutkan acuan pada hadis dan sunah. Apabila tidak ada penjelasan lebih lanjut di hadis dan sunah, maka para ulama mengadakan konsensus atau ijmak. Ijmak adalah keputusan yang diambil melalui jalan ijtihad. Perlu dicatat bahwa Ijmak tidak berlaku untuk masalah akidah atau ibadah utama.

4.Qiyas (Deduksi Analogis)
Qiyas adalah penerapan aturan yang sudah ditetapkan oleh Alquran, sunah, atau ijmak terhadap kasus baru. Konsepnya adalah memperbandingkan dua hal dan menilai salah satu hal dari sudut pandang hal lainnya. Qiyas hanya bisa digunakan untuk menemukan hukum suatu masalah hanya jika jawabannya tidak ada dalam Alquran, hadis, atau ijmak. Contohnya adalah pengharaman narkoba dengan alasan hukum yang sama dengan pengharaman alkohol yaitu keduanya merusak pikiran

5.Mahzab-Mahzab Hukum
Terdapat empat mahzab yang diakui oleh Suni. Keempat mahzab tersebut memiliki teori dan praktik hukum yang berbeda-beda meskipun masing-masing saling mengakui legitimasinya.
a)Hanafi (rasionalis)
Diikuti oleh mayoritas muslim Suni di Lebanon, Irak, Syria, Turki, Afghanistan, Pakistan, Bangladesh, dan di beberapa kawasan India
b)Maliki (tradisionalis)
Diikuti oleh bangsa Moor yang saat ini banyak terdapat di Afrika
c)Hanbali (fundamentalis)
Mahzab ini berkuasa di Arab Saudi
d)Syafi’i (moderat)
Mahzab ini tersebar luas di Asia Tenggara

Sumber: Buku Perbankan Syariah: Prinsip, Praktik, dan Prospek oleh Mevyn K. Lewis dan Latifa M. Algoud

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s