Keutamaan Memilih Pasangan dalam Islam

Pernikahan adalah peristiwa indah yang dinantikan setiap insan dunia. Peristiwanya menentramkan hati. Sang manusia telah mendapatkan belahan jiwanya tuk bersama mengarungi dunia. Kesedihan dan kebahagiaannya senantiasa dihadapi berdua.
Mendapati betapa krusialnya pernikahan membuat saya menjadi sangat pemilih. Karena waktu tidak akan bisa diputar ulang, sama halnya dengan pernikahan yang tidak bisa dengan mudahnya diputuskan. Sepasang pengantin ini akan terikat 24 jam 7 hari seusai mengikrarkan janji hingga akhir hayat.
Apakah pertimbangan utama dalah memilih pasangan kekasih? Sungguh saya banyak bertanya akan hadits riwayat Al-Bukhari dan Muslim dari Abi Hurairah yaitu, “Wanita dinikahi karena empat perkara: karena hartanya, karena martabatnya, karena kecantikannya, dan karena agamanya. Maka hendaklah engkau mendapatkan wanita yang baik agamanya, niscaya engkau beruntung”. Apakah benar seorang wanita harus dipilih berdasarkan keempat hal tersebut? It makes me often think that, “Whoaa, If so, I don’t stand a chance then.” Then I feel an unfairness in my heart.
Syukurlah, kemudian saya membaca buku Lapis-lapis Keberkahan karya Salim A. Fillah yang menuliskan bahwa Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim berkata, “Yang benar tentang makna hadits ini adalah Nabi SAW mengabarkan tentang kenyataan yang biasanya terjadi di masyarakat. Mereka tatkala ingin menikah mencari empat perkara ini, dan biasanya yang menjadi pertimbangan terakhir adalah bobot agama dari sang wanita. Lalu beliau SAW menganjurkan hendaknya yang ingin mencari istri, dapatkanlah wanita yang baik agamanya.”
Tak bisa dipungkiri, penjelasan tersebut menenangkan hati saya. Sungguh Allah SWT Maha Adil dan Maha Bijak. Seorang ayah dari Abdullah ibn Al-Mubarak seorang tabi’in terkemuka, alim yang zahid dan mujahid berkata, “Kudapati kaum yang menikahkan putrinya dengan pertimbangan nasab semata adalah musyrikin Quraisy. Dan kudapati, menikahkan anak perempuannya dengan pertimbangan paras dan rupa adalah sebagian orang-orang Nasrani. Kudapati pula, yang sering menikahkan putri mereka dengan pertimbangan kekayaan ialah sebagian Ahli Kitab dari kalangan Yahudi. Maka bagi seorang Mukmin, yang harus dipertimbangkan hanyalah agamanya, imannya, akhlaqnya!”
Pesan yang terkandung sangat kuat, bahwa janganlah kita berkecil hati apabila berasal dari keluarga bernasab buruk, berparas biasa saja, dan tidak kaya atau malah kekurangan, bahwasanya ketinggian agamalah yang paling menentukan. Bahwa janganlah kita menyombongkan diri tatkala kita diberkahi nasab baik, berparas rupawan atau jelita, dan bergelimangan harta, bahwasanya ketinggian agamalah yang paling utama. Allah SWT adalah maha membolak-balikkan hati. Hingga senantiasalah kita berintrospeksi diri.
Sungguh sesuai dengan Surat An Nur ayat 26 yaitu, “Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang .baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik” yang menjadi peringatan agar umat Islam memilih manusia yg baik untuk dijadikan pasangan hidup yang mengutamakan ketinggian agama.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s