Dialog Sore Itu

Di suatu sore, sembari makan bersama seorang sahabat (T), gue (A) yang belum ikhlas dengan keputusanku di masa lalu, menumpahkannya ke sahabat ini

A: T, jadi ada cowok nih yang deket sama gue. Yah, sering japri pakai WA. Gue ngerasa, kalau dilanjutin WA-annya, bisa-bisa kita bakal pacaran. Terus gue ngerasa, wah ini gak bisa dilanjutin lebih jauh. Akhirnya guepun menjauh dan jadi jarang berkomunikasi. Sekarang orang itu udah punya pacar. Andaikan dulu gue gak berhenti komunikasi, mungkin sekarang gue yang ada di sampingnya.

T: Cowok itu kayak gimana?

A: Baik. Tipe yang kayaknya gak bakal ada yang nolak juga. (merasa menyesal dulu melakukan hal yang menjauhkan diri dari pacaran). T, kalau gue begini gimana caranya gue dapat jodoh? Sejauh klasifikasi gue, tipe cowok itu ada 2, yang satu mau pacaran sedangkan yang satu lagi langsung taaruf dan menikah. Nah, sejauh yang gue lihat, cowok tipe taaruf ini hanya melamar cewek berkerudung panjang, bukan cewek berkerudung standar seperti gue. (merasa hopeless dan ngerasa T bakal menasehati hal yang setopik)

Ternyata, teman gue T malah menjawab seperti ini,

T: A, aku gak bermaksud apa-apa ya. Ini sepandang aku aja. Aku suka heran. Kenapa manusia lebih memperhatikan hal yang belum pasti seperti jodoh, karier, kekayaan, dan lain-lain. Padahal, kematian adalah hal yang paling pasti. Kita pasti mati. Kita pasti bertemu dengan sang Pencipta untuk dimintai pertanggungjawaban. Jadi kita fokus saja memperbaiki hubungan kita dengan Sang Pencipta. Semakin baik hubungan kita dengan-Nya, semakin baik pula hubungan kita dengan urusan dunia dan Allah tidak akan pernah menzalimi hambanya. Jadi apapun keputusan Allah, insyaAllah kita ridho karena itu sudah yang terbaik.
Soal kerudung, hmm, ada banyak cara memperbaiki diri selain dengan memanjangkan kerudung. Sholat duha, sholat sunnah, sholat di awal waktu, sholat malam, puasa sunnah, bahkan bangun pagi dan makan makanan sehat termasuk memperbaiki diri. Dan lagi, yang membukakan dan mencondongkan hati kita ke orang lain adalah Allah. Jadi A tenang aja.

A: (gue asli tercengang dengerin temen gue satu ini. Asli, perkataan teman gue ini nancep banget T.T). Iya T, makasih banyak ya, aku jadi sadar. Oke, fokus deket sama Allah!!

T: (T tersenyum)

A: (gue turut tersenyum)

Kamipun melanjutkan makan kami dengan lahap dan mulai ngobrol hal lain.

Keesokan harinya, gue iseng membaca terjemahan ayat Alquran dan semakin mantap setelah tanpa sengaja membaca Surat Al-Lail ayat 12-13, “Sesungguhnya Kami-lah yang memberi petunjuk. Dan sesungguhnya milik Kami-lah akhirat dan dunia itu”.
Ya, semua petunjuk ada pada-Nya, dunia dan akhirat juga ada dalam genggaman-Nya. Jadi sesuai kata temanku, dekatlah dengan Allah, maka hal yang lainpun akan mengiringi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s