Pengenalan Tentang “Environmental Assessment”

Environmental Impact Assessment

Penilaian lingkungan (Environmental Assessment) sudah dimulai dari tahun 1970-an sebagai alat kunci dalam manajemen lingkungan. Penilaian lingkungan dilakukan oleh bermacam-macam stakeholder dan untuk memenuhi objektifitas banyak pihak sebanyak jumlah stakeholder yang terlibat. Terdapat beberapa macam penilaian lingkungan, walau tidak dibatasi sebagaimana yang ada di bawah ini:
1. State of environment (SOE)
2. Integrated Environmental Asessment and reporting (IEA)
3. Environmental Impact Assessment (EIA)
4. Strategic Environmental Assessment (SEA)
5. Corporate Environmental Assessmeent and reporting

Penilaian lingkungan dalm daftar di atas dan jenis lainnya dibutuhkan untuk respon kebijakan untuk terciptanya manajemen lingkungan yang efektif dan atau pemanfaatn lingkungan yang berkelanjutan

Dalam tulisan ini, penulis akan menjabarkan SOE, IEA, dan EIA lebih lanjut. Semoga di kesempatan berikutnya, penulis dapat menjabarkan untuk jenis Penilaian Lingkungan lainnya. Penulis membuat tulisan ini dengan menerjemahkan konten pada Training Manual on Integrated Environmental Assessment and Reporting in Africa.

State of Environment (SOE)
Laporan SOE kebanyakan dilakukan oleh pemerintah melalui kementerian untuk melakukan penilaian yang akan dilanjutkan ke parlemen, pemerintah atau informasi publik. Laporan SOE tradisional bertujuan menyediakan informasi tentang lingkungan dan tren sebagai variabel kunci. SOE terutama fokus pada lingkingan biofisik dan tidak begitu tentang dimensi manusia kecuali dalam konteks tekanan yang dilakukan manusia terhadap lingkungan. SOE memberikan informasi tentang apa yang terjadi pada lingkungan. Informasi ini sangat berguna dan dapat digunakan sebagai analisa tren dalam variabel kunci

Integrated Environmental Assessment and Reporting (IEA)
Laporan SOE telah berkembang dalam 3 dekade menjadi IEA. Dengan munculnya konsep pengembangan berkelanjutan dengan 3 pilar utama yaitu sosial, ekonomi, dan lingkungan, praktisi merespon terhadap pengenalan IEA yang mengintegrasikan ketiga komponen tersebut dalam analisis. IEA mencoba menunjukkan hubungan sebab-akibat dari manusia terhadap lingkungan. Sebagai hasilnya, perubahan lingkungan yang dihasilkan dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan dan manusia. Padahal, hasil akhir dari penilaian lingkungan seharusnya lebih dari sekedar mengetahui kondisi lingkungan. IEA seharusnya memberikan panduan bagaimana mengatur lingkungan menjadi lebih baik kepada pembuat kebijakan dan stakeholder terkait. Untuk mencapai hal tersebut, informasi yang didapat seharusnya mengintegrasikan data sosial, ekonomi, dan informasi untuk mendampingi pembuatan kebijakan. Ketertarikan yang terus bertumbuh – erat berkaitan dengan data lingkungan, sosial, dan ekonomi dalam konteks pengembangan berkelanjutan – berhubungan dengan interaksi kompleks dengat manusia dan lingkungannya.

Environmental Impact Assessment (EIA)
Dari bermacam-macam proses penilaian lingkungan, EIA paling populer dan paling sering digunakan, walau tergantung dari pihak stakeholder. Seringkali di masa lalu, investor atau pengembang memandang EIA sebagai alat untuk mencegah pengembangan. Sebenarnya, EIA adalah alat untuk menentukan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan dari pengembangan utama dengan tujuan menentukan tindakan yang perlu dilakukan untuk mencegah kerusakan. Dalam konteks EIA, EIA dianggap sebagai respon kebijakan, bersama dengan kebijakan lainnya sebagai Multilateral Environmental Agreements (MEAs) dan manajemen hukum dan institusi untuk sumber daya alam. Institutusi Penilaian Lingkungan dari Afrika Selatan mendefinisikan Penilaian Lingkungan sebagai proses mengidentifikasi, mengevaluasi, dan menilai dampak potensial terhadap lingkungan dari pengembangan yang diajukan sebelum sebuah keputusan atau komitmen besar diambil. Tujuan utama dari Penilaian Lingkungan adalah:
1. Memahami konsekuensi atau dampak dari pengembangan yang diajukan terhadap lingkungan
2. Mengidentifikasi cara agar pengembangan dapat berkembang, termasuk dengan meminimalisir dampak negatif dan meningkatkan dampak positif.
3. Menyediakan informasi untuk pengambil keputusan
Pastinya, tujuan Penilaian Lingkungan adalah memastikan pengembangan dilaksanakan dengan berkelanjutan dan tidak mengurangi kualitas hidup manusia dan lingkungan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s