Peraturan Memelihara Binatang di Stockholm

Saya tidak pernah menyangka bahwa ada peraturan memelihara binatang di Stockholm. Kalau di Indonesia, kita bisa dengan mudahnya memelihara kucing. Tinggal memberi makan ke kucing liar terus-menerus dan jadilah kucing tersebut menjadi peliharaan kita.

Kalau di Stockholm, untuk memelihara anjing atau kucing, kita harus ke departemen khusus, mengajukan permintaan untuk memelihara anjing atau kucing, dan menyerahkan CV. Departemen tersebut kemudian akan menyeleksi berdasarkan CV kita. Track record dan kemampuan finansial akan dievaluasi. Setelah lulus seleksi dan kita mendapatkan anjing atau kucing. Anjing atau kucing tersebut akan dicap sebagai bentuk pendataan Departemen khusus tersebut.

Hal yang menarik adalah di sini saya tidak bisa sembarangan memberi makanan ke anjing atau kucing. Penyebab pertama adalah bisa jadi makanan tersebut tidak cocok untuk si anjing/kucing dan menyebabkan masalah ke kesehatan mereka. Penyebab kedua adalah anggaplah mereka cocok dengan makanan yang kita berikan. Tapi gara-gara kita sering memberi makanan ke mereka, mereka lebih menurut ke kita dibanding ke pemilik aslinya. Kalau diantara kedua hal tersebut terjadi, saya bisa dituntut sama sang pemilik dan lantas saya bisa dipidana.

Berikut adalah kucing di rumah duta besar Indonesia. Bulu mereka lebih tebal dibanding kucing di Indonesia. Dan mereka tidak suka dielus-elus, beda banget ya sama kucing Indonesia. hehe. Cap di kucing dengan grumpy face ini ada di bagian dalam kupingnya lho.

20160924_155334.jpg20160924_155209.jpg

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s