Peraturan Memelihara Hewan di Swedia

Swedia memiliki peraturan memelihara dan membawa hewan dari luar Swedia yang cukup ketat. Kita dapat membawa hewan dari luar Swedia sepanjang hewan peliharaan kita mememuhi beberapa persyaratan.

Semua anjing, kucing, dan musang yang akan memasuki negara Swedia harus diberi microchip ISO. Kita bisa mengganti microchip dengan tato khusus. Untuk kucing, tato dipasang di kuping telinga bagian dalam. Setelah diberi microchip, hewan peliharaan kita harus divaksinasi rabies dan menunggu 21 hari sebelum dapat memasuki Swedia. Selain hewan umum di atas, hewan-hewan lain dapat kita bawa ke Swedia asalkan tetap memenuhi persyaratan dan bukan termasuk hewan langka yang dilindungi.

Di sisi lain, bila kita ingin memelihara hewan, kita harus mengajukan permintaan untuk memelihara hewan di departemen khusus di bawah Pemerintah Swedia. Kita menyerahkan CV dimana departemen tersebut akan mengevaluasi track record dan kemampuan finansial kita. Setelah lulus seleksi, hewan peliharaan kita akan dipasangi microchip atau tato sebagai bentuk pendataan.

Proses di atas menunjukkan, kita tidak bisa sembarangan memelihara hewan di Swedia. Setidaknya kita bisa menjamin hewan peliharaan kita dapat hidup layak. Selain itu, kita juga harus mencari akomodasi yang membolehkan kita memelihara hewan dan akomodasi ini cukup sulit ditemukan.

Hal menarik lainnya adalah kita tidak bisa sembarangan memberikan makanan ke hewan peliharaan orang lain. Alasan pertama adalah ada kemungkinan hewan peliharaan orang lain tersebut tidak cocok dengan makanan yang kita berikan dan menyebabkan masalah pada kesehatan mereka. Alasan kedua adalah hewan peliharaan tersebut bisa lebih menurut ke kita dibanding ke pemilik aslinya. Bila salah satu dari dua hal ini terjadi, sang pemilik hewan bisa menuntut dan kita bisa dipidana secara sah.

Secara umum, saya lebih sering melihat orang-orang memelihara anjing dibandingkan kucing atau musang. Mereka sering membawa anjingnya jalan-jalan di jalanan kota, jogging track atau di hutan kota. Tampaknya orang yang memelihara kucing lebih memilih membiarkan kucingnya di rumah.

Suatu ketika, saya dan teman-teman tidak sengaja menemukan kucing di rumah duta besar Indonesia. Ternyata kucing dengan wajah grumpy ini milik tetangga duta besar. Dan benar adanya, saya menemukan tato bewarna hijau di telinga bagian dalam kucing ini. Kucing dengan bulu yang lebih tebal dibanding kucing Indonesia ini ternyata tidak suka dielus-elus dan lebih suka menghindari manusia.

20160924_155334.jpg

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s