Sistem Pengolahan Sampah di Swedia

Swedia adalah negara yang mengolah sampahnya hingga 99% dengan 1% berakhir di Tempat Pembuangan Akhir. Fakta ini sesuai dengan target mereka untuk mencapai zero waste di tahun 2020.

Bagaimanakah langkah strategis Swedia hingga bisa mencapai keberhasilan ini? Yuk simak ceritanya ūüôā

Penduduk Swedia sudah terbiasa dengan memilah limbah. Limbah biasanya dibagi menjadi jenis limbah basah dan limbah kering. Limbah basah/limbah rumah tangga biasanya dibuang di tempat sampah pusat masing-masing apartemen. Sementara kita bisa membuang limbah kering di tempat sampah terpilah. Pada umumnya, limbah kering dibagi menjadi kertas, plastik, kaca, metal, alat elektronik, baterai, dan bola lampu. Berikut adalah penampakan tempat sampah terpilah yang mudah ditemukan di Stockholm.

20160922_142017.jpg

Yang membuat saya bangga adalah hampir semua warga aktif berpartisipasi dalam pemilahan sampah ini. Mereka telah memiliki kesadaran tinggi akan pentingnya memilah sampah. Jadi kita akan dapati kondisi lingkungan yang bersih dari sampah dan kota sangat nyaman untuk ditinggali.

Hal menarik lainnya adalah kita bisa mendapatkan uang dengan memilah limbah botol. Kita cukup memasukkan botol ke mesin penampung botol. Mesin akan mendeteksi jenis botol minum dan akan mengeluarkan kupon uang yang bisa kita gunakan untuk belanja di supermarket.

Setelah proses pemilahan, limbah-limbah akan diproses sesuai dengan jenis limbah. Kertas, plastik, kaca, dan metal diolah menjadi bahan daur ulang dengan kualitas lebih rendah. Limbah rumah tangga dan beragam limbah yang sudah tercampur akan diolah melalui proses pembakaran (incineration) menjadi energi atau biogas. Air limbah dikumpulkan di waste water treatment plant dan diolah lagi di water treatment plant hingga air limbah kembali layak diminum.

Kebanyakan limbah berakhir dalam proses pembakaran. Total 2,3 juta ton limbah rumah tangga diolah menjadi energi di tahun 2015. Bahkan Swedia sampai kekurangan pasokan limbah hingga harus mengimport 1,4 juta  ton limbah dari Norwegia, Inggris, dan Irlandia. Bagaimana ceritanya hingga Swedia lebih fokus pada pembakaran limbah dibanding teknologi pengolahan limbah lainnya? Ternyata Swedia sudah mendirikan Pusat Insinerasi dari tahun 1904 hingga bertambah jumlahnya menjadi 32 di tahun 2017.

Ke depannya, Swedia terus berusaha agar teknologi pengolahan limbah mereka bisa semakin efisien dan ramah lingkungan. Target zero waste di tahun 2020 tampaknya bukan omong kosong! Grattis Sweden!!

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s