Perjalanan tak terlupakan ke tanah Spanyol (H 1-3 di Barcelona)

Total gw menghabiskan 12 hari, menjelajahi 6 kota, dengan 2 teman selama trip di Spanyol.

Ini beneran kali pertama gw trip selama itu. Jelas gw mempertanyakan daya tahan tubuh gw. Gw jalan paling lama hanya 7 hari. Tapi gw berpikir, kapan lagi bro gw jalan selama ini? Biar sekalian gw menguji kapasitas badan ini. Haha

Alhasil gw pun mulai menyusul trip Spanyol ini. Mulai dari Barcelona, ibu kota Spanyol. Lanjut ke Madrid, lalu turun ke selatan yaitu Granada. Selanjutnya melipir sebentar ke Malaga. Lanjut ke bagian barat yaitu Cordoba dan Seville.

Tulisan ini akan terlalu panjang kalau gw menceritakan semuanya. Jadi gw bagi-bagi sesuka gw ya. Ini kisah gw selama di Barcelona dari hari pertama sampai hari ketiga dari total 12 hari.

Btw, gw terbang dari salah satu negara terutara di Eropa, Swedia. Swedia lagi winter bro dan you know-lah dinginnya winter di Swedia kebangetan. Haha. Jadi gw dengan senang hati terbang menyebrangi Eropa selama 3,5 jam untuk mendapati udara Spanyol yang lebih hangat.

Gw sampai di Barcelona malam hari. Kesan pertama terhadap Barcelona adalah, “Wow, bandaranya bagus!! Sistem transportasi dalam kota juga bagus banget!!” Gw bisa dengan mudah menuju ke hostel dengan memakai kereta dari bandara. Penjelasan rute kereta dan bus sangat jelas. Ohya, gw beli tiket T10 (kayaknya harganya 10 euro deh) yang bisa dipakai 10 kali untuk segala jenis transportasi dalam kota (OMG, I wish Jakarta will be like this someday. Aamiin!!!).

Ini nih salah satu stasiun dalam kota. Baguskan? 🙂

20161220_113658.jpg

Btw, ini pertama kalinya gw tinggal di hostel dan gw dag dig dug banget secara gw cewek sendiri di negara asing dan hostel itu dipenuhi sama cowok-cowok yang lagi minum-minum. Yang lebih buruk adalah gw dengan bodohnya milih kamar mixed room. Jadilah gw sekamar sama 2 cowok entah berantah. Dan mereka baru sampai di kamar jam 12 malam, mereke cekikikan selama 15 menit karena mereka mabuk. I was really scared at that time. Fortunately I was in the top of bunk bed so they couldn’t see me and the light was off. At that time, I promised myself, I would never make a mistake to choose mixed room ever again.

Paginya, gw berusaha berpikir positif. Dan gw segera melupakan kejadian buruk itu setelah gw jalan-jalan ke Camp Nou Stadion. Gw bayar 18 euro (harga student). Pantes sih harga segitu, karena kita dapat full experience. Mulai dari tribun tengah, atas, bawah, sampai tribun penonton paling mewah gw telusurin semua. Museum, ruang konferensi, kamar ganti pemain, lorong dimana pemain menunggu sebelum pertandingan, tempat duduk pemain dan pelatih. Pokoknya lengkap dan gak nyesel deh. Haha. Apalagi ini stadiunnya Barcelona bro!

20161219_101458.jpg

Habis dari Camp Nou, gw balik ke hostel. Temen gw Qisthi yang dari Perancis dateng. Setelah ketemu, kita lanjut jalan ke Arc de Triomf, Plaça d’Espanya, dan Passeig de Gracia. Hari itu langit mendung menyelimuti Barcelona. Gw, Qisthi, dan ribuan manusia lainnya pun kehujanan. Malam harinya, mbak Dwica dari Gothenburg, Swedia sampai di hostel.

Btw, gw g tahu apa kontribusi Pau Claris sampai dia dijadikan patung di samping Arc de Triomf. Gw foto karena gaya dia kecee dan lebih menghidupkan Arc de Triomf aja. Wkwk.

20161219_144612.jpg

Inilah kota Barcelona yang diselimuti hujan dari atas Passeig de Gracia.

20161219_171749.jpg

Hari ketiga gw di Barcelona, kita bertiga lanjut jalan lagi ke Sagrada Familia, Park Guell, dan Casa Milla. Gwkan sebelumnya udah ke gereja-gereja gothik di Latvia dan Lithuania ya. Dan beneran deh, gereja di Latvia dan Lithuania jadi g ada apa-apanya dibanding Sagrada Familia. It has totally different scale, maybe 2-3 times larger, more gothic, and with very exquisite art details along the walls. Jadi kita udah terpesona banget tuh sama desainnya Gaudi, pas kita ke Park Guell, makin terpesona deh kita sama Pak Gaudi ini. Gw kira semua desain Pak Gaudi akan selalu gothic, eh ternyata di Park Guell, dia menggunakan keramik warna warni which is totally beautiful. Gw yakin cewek-cewek bakal betah lama di sini. Soalnya keramiknya blink-blink berkilauan karena sinar matahari. Ohya, kalau mau ke Park Guell, kita harus siap-siap mendaki berpuluh-puluh anak tangga. Haha. Entah gw salah pilih jalur atau ngga. Somehow, sebelum kita sampai di Park Guell, kita malah naik bukit dulu dan bisa ngelihat panorama kota Barcelona.

Ini nih pendakian puluhan anak tangga yang gw maksud di atas. Siap-siap ya apalagi kalau eskalatornya lagi dibenerin.

20161220_120609.jpg

Another panorama view of Barcelona city.

20161220_122940.jpg

Foto kami bertiga ❤ ❤ ❤

img-20161220-wa0004

Kelaparan setelah mendaki bukit, kamipun makan makanan khas Spanyol, Paella. Bisa dibilang nasi goreng tapi dengan bumbu curry dan seafood (maaf ya para ahli makanan kalau saya salah mendeskripsikannnya). Habis itu kita lanjut ke masjid bernama Mezquita Tariq bin Ziyad. Kita sholat dan beristirahat karena kami cukup lelah. Sekitar jam 4 sore, gw dan kedua teman gw berpisah karena teman gw mau ke Camp Nou Stadion sementara gw mau menelusuri pantai Barcelona.

Inilah nasi goreng ala Spanyol yang gw maksud.

20161220_151421.jpg

Padahal gw tahu kalau gw harus jalan kaki sekitar 5 km dari masjid sampai ke pantai. Gw tahu juga kalau gw udah capek. Tapi gw tetap jalan kaki karena gw pikir, kapan lagi gw menelusuri jalan Barcelona di malam hari. Haha. But it was worth it! Jalan-jalan di Barcelona sangat cantik dengan hiasan-hiasan lampu yang sangat atraktif. And the beach was totally beautiful!! The wave was so enormous. Sensasi menelusuri pantasi di malam hari juga beda banget. Rasanya lebih magis. Gw rekamlah diri gw ala vlog gitu saking gw terkesan sama pantai ini. Gimana ngga, pantai ini mirip sama pantai Costa del Sol yang bakal gw kunjungin di Malaga dan pantai ini has the same vibe with beach in the opening of Final Fantasy VIII game.

20161220_175143.jpg

20161220_174511.jpg

Jam sudah mendekati pukul 7, waktu untuk bertemu teman gw. Gwpun meninggalkan pantai ini dengan gak rela. Rasanya masih pingin duduk dan merenung. Ya siapa tahu gw jadi dapat inspirasi dan bisa nulis puisi atau apalah. Haha. Setelah bertemu, kamipun makan kebab karena sudah terjamin kehalalannya. Lalu kami kembali ke hostel, mengambil tas, dan lanjut ke terminal bis. Kami duduk-duduk saja di terminal sampai jam 1 pagi sampai akhirnya bus yang akan mengantarkan kami ke Madrid tiba.

Ini kebab Barcelona. Tunggu foto-foto kebab di tiap kota yang gw jelajahi ya. haha. Beginilah kalau mencari makanan halal dengan harga terjangkau. Dimanapun kami makan kebab selalu.

20161220_203126.jpg

Well, for now, bye bye Barcelona 😀

Advertisements

One thought on “Perjalanan tak terlupakan ke tanah Spanyol (H 1-3 di Barcelona)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s